๐ŸŽฏ Metodologi Penelitian

Dari Koordinat Menuju Makna

Transformasi representasi visual berbasis piksel menjadi data terstruktur berbasis landmark โ€” demi efisiensi komputasi dan ketahanan terhadap variasi latar belakang, pencahayaan, dan noise visual.

10

Kelas Gerakan Dinamis

500

Sampel Video

5

Penutur

122

Titik Landmark

88,12%

Akurasi Terbaik

Komputer Tidak Melihat Seperti Manusia

Bagi mesin, gerakan tangan yang membentuk isyarat bukanlah "gambar" melainkan barisan angka koordinat dalam ruang piksel.

๐Ÿ–ผ๏ธ

Image

Sebuah frame video terlihat utuh oleh mata manusia.

โ–ฆ

Pixel

Komputer memecahnya jadi jutaan kotak kecil (piksel).

๐Ÿ”ข

Number

Tiap piksel cuma angka intensitas warna itulah yang 'dilihat' komputer.

Kalau begitu, apakah cara terbaik merepresentasikan bahasa isyarat adalah dengan menyerahkan gambar mentah apa adanya ke komputer? MediaPipe Holistic sebenarnya mampu mengekstrak 543 titik landmark per frame tapi penelitian ini hanya mempertahankan 122 titik relevan.

12

Pose Atas

21

Tangan Kiri

21

Tangan Kanan

68

Wajah (subset)

Berbagai Cara Merepresentasikan Bahasa Isyarat

Sebelum masuk ke model deep learning, gerakan bahasa isyarat perlu diubah dulu jadi format yang bisa dibaca komputer.

RGB (Video Mentah)

Kaya warna, tapi berat komputasi & rentan variasi latar.

Skeleton

Ringkas jadi titik sendi, tapi kurang detail gestur tangan.

Optical Flow

Bagus tangkap dinamika gerak, sensitif noise kamera.

Dipilih

Landmark

Ringkas, tahan variasi visual, siap disusun terstruktur.

Kenapa Bukan Pendekatan Sekuensial?

Pendekatan umum SLR (LSTM/GRU, 3D-CNN) punya kompleksitas komputasi tinggi dan sulit diparalelkan. Landmark membuka jalan pendekatan spasial dua dimensi yang lebih ringkas dan tahan gangguan visual.

Mengapa Landmark?

Ekstraksi Titik Kunci dengan MediaPipe

Ekstraksi landmark bukan hal baru โ€” ada banyak pustaka computer vision yang berkembang untuk domain masing-masing, tapi kebanyakan cuma fokus ke satu bagian tubuh.

Estimasi Pose Tubuh

O

OpenPose

Pustaka open-source dari Carnegie Mellon University, akurat & mendukung multi-person.

YOLOv7/v8 Pose

YOLOv7/v8 Pose

Single-stage detector, cepat dan presisi tinggi secara real-time.

A

AlphaPose

Multi-person pose estimation, tangguh terhadap kondisi oklusi.

Pelacakan Wajah

Dlib

Dlib

Klasik, 68 titik wajah, stabil & sering dipadukan dengan OpenCV.

S

SeetaFace

Dari Tencent deteksi, alignment, dan pengenalan wajah.

F

Face-API.js

Deteksi & analisis wajah langsung di browser (JavaScript).

Pelacakan Tangan

H

Handtrack.js

Berbasis TensorFlow.js, ringan untuk deteksi telapak tangan real-time di web.

D

DeepLabCut

Deep learning untuk melacak fitur anatomis, cocok untuk analisis gerakan spesifik.

MediaPipe

MediaPipe Holistic menggabungkan estimasi pose tubuh, wajah, dan tangan dalam satu pipeline tunggal tanpa perlu menjalankan tiga model terpisah seperti kombinasi pustaka di atas. Itulah alasan utama penelitian ini memilihnya.

MediaPipe Holistic mengeluarkan 543 titik koordinat di setiap frame. Tidak semuanya relevan untuk mengenali gerakan BISINDO, jadi penelitian ini menyaring titik-titik tersebut menjadi representasi yang lebih ringkas dan fokus.

543

Landmark Mentah

โ†“

122

Landmark Terpilih

โ†“

(x, y)

Koordinat Posisi

Kenapa tidak dipakai semua?

Sebagian besar dari 543 titik itu adalah detail mesh wajah yang sangat padat namun kurang relevan untuk membedakan gerakan isyarat. Menyertakan semuanya hanya menambah beban komputasi tanpa menambah informasi yang berarti.

Apa itu satu landmark?

Satu landmark adalah satu titik koordinat (x, y) pada tubuh, tangan, atau wajah โ€” posisi relatifnya berubah setiap frame mengikuti gerakan yang dilakukan.

Bagaimana Bentuknya

Titik-Titik yang Mengikuti Gerakan

ilustrasi โ€” titik dan garis muncul mengikuti urutan pelacakan MediaPipe, bukan data sebenarnya

Di Dalam Pipeline

Dari Mana Angka 543 Berasal?

MediaPipe Holistic sebenarnya menjalankan tiga model sekaligus dalam satu pipeline, lalu menggabungkan hasilnya menjadi satu set landmark utuh.

33

Pose Tubuh

468

Mesh Wajah

21

Tangan Kiri

21

Tangan Kanan

โ†“

543 total landmark

disaring menjadi 122 landmark yang paling relevan untuk gerakan BISINDO

Tantangan

Bagaimana Jika Tidak Dipandang Sebagai Urutan?

Setelah direpresentasikan sebagai landmark, data tidak lagi berbentuk gambar, melainkan urutan koordinat antar-frame โ€” bentuk yang biasanya diproses model sekuensial. Penelitian ini mengambil jalan berbeda.

Diproses satu per satu, berurutan

โ†’
60 ร— 122 ร— 4

Disusun sekaligus jadi satu tensor

Rekayasa Fitur Temporal

Selain posisi (x, y), penelitian ini menghitung perubahan posisi antar-frame (ฮ”x, ฮ”y) untuk menangkap dinamika gerak โ€” bukan cuma di mana titik itu berada, tapi ke arah mana ia bergerak.

Contoh perhitungan satu titik landmark

frame[t] = 0.42, 0.87โˆ’frame[t-1] = 0.35, 0.91= ฮ”x 0.07, ฮ”y -0.04

Citra RGB: Cara Lama

Kanal R โ€” merah
Kanal G โ€” hijau
Kanal B โ€” biru

Tensor Landmark: Penelitian Ini

Kanal x โ€” posisi horizontal
Kanal y โ€” posisi vertikal
Kanal ฮ”x โ€” perubahan x
Kanal ฮ”y โ€” perubahan y

ResNet tidak dirancang khusus untuk bahasa isyarat maupun landmark โ€” ia hanya memproses tensor berstruktur tinggi ร— lebar ร— kanal. Dengan menyusun ulang koordinat landmark menjadi tensor 60 ร— 122 ร— 4, data ini dapat langsung diproses oleh ResNet-2D tanpa mengubah arsitekturnya sama sekali.

Klasifikasi

Dari Tensor Menuju Prediksi Kelas

Tensor pseudo-image berukuran 60 ร— 122 ร— 4 diklasifikasikan menggunakan ResNet-2D. Penelitian ini mengevaluasi tiga variasi kedalaman arsitektur ResNet-18, ResNet-34, dan ResNet-50 untuk melihat pengaruh kedalaman terhadap performa.

Input

60ร—122ร—4

โ†’

Conv 7ร—7

64 filter

โ†’

MaxPool

โ†’

Block 1

64 filter

โ†’

Block 2

128 filter

โ†’

Block 3

256 filter

โ†’

โ‹ฏ

โ†’

Global Avg Pool

โ†’

FC + Softmax

10 kelas

Blok residual berulang mengikuti kedalaman varian โ€” ResNet-18, ResNet-34, atau ResNet-50

Kenapa Disebut "Residual"?

Conv โ†’ BN โ†’ ReLU

Conv โ†’ BN

jalur shortcutโคต
+

ReLU

Selain jalur konvolusi biasa, tiap blok punya jalur pintas (shortcut) yang melompati sebagian lapisan. Struktur ini membantu jaringan tetap stabil dilatih meski dibuat semakin dalam. Tapi dalam penelitian ini, lebih dalam tidak selalu berarti lebih baik โ€” kemampuan generalisasi ResNet-18, ResNet-34, dan ResNet-50 justru menunjukkan hasil yang tidak linear terhadap kedalamannya.

Ilustrasi Output Softmax โ€” Bukan Hasil Inferensi Sebenarnya

apa
82%
belajar
6%
hari
4%
maaf
3%
makan
2%
saya
1%
siapa
1%
teman
1%
terima kasih
0%
tuli
0%
Hasil Eksperimen

Konfigurasi Mana yang Paling Rasional?

Delapan konfigurasi dievaluasi pada dataset uji eksternal dari delapan penutur baru yang tidak muncul saat pelatihan.

Konfigurasi Terpilih

ResNet-18 + ฮ”

88.13%

Akurasi Uji

0.8791

F1-Score Makro

Setara dengan ResNet-50 tanpa fitur delta, namun dengan jumlah parameter sekitar setengahnya dan kesenjangan validasi-uji yang lebih kecil โ€” menjadikannya konfigurasi paling rasional secara efisiensi maupun stabilitas.

Konfigurasi Delta Akurasi Uji F1-Macro
ResNet-18 + ฮ” โœ“88.13% 0.8791
ResNet-18 โ€“86.88% 0.8695
ResNet-34 + ฮ” โœ“87.50% 0.8774
ResNet-34 โ€“79.38% 0.7905
ResNet-50 + ฮ” โœ“84.38% 0.8422
ResNet-50 โ€“88.13% 0.8808
EfficientNet-B0 + ฮ” โ˜…โœ“88.75% 0.8894
EfficientNet-B0 โ€“86.25% 0.8643

6 konfigurasi ResNet-2D (3 kedalaman ร— dengan/tanpa delta) + 2 konfigurasi EfficientNet-B0 sebagai pembanding arsitektur

Confusion Matrix ResNet-18 + ฮ”

Baris = kelas sebenarnya, kolom = kelas prediksi

apa
belajar
hari
maaf
makan
saya
siapa
teman
terima_kasih
tuli
apa
16
belajar
15
1
hari
2
12
1
1
maaf
10
6
makan
11
5
saya
15
1
siapa
16
teman
1
1
14
terima_kasih
16
tuli
16

Performa per Kelas

apa F1 0.94
belajar F1 0.97
hari F1 0.86
maaf F1 0.74
makan F1 0.76
saya F1 0.94
siapa F1 0.86
teman F1 0.93
terima kasih F1 0.97
tuli F1 0.82

Model menunjukkan generalisasi baik pada 8 dari 10 kelas โ€” "hari" dan "maaf" jadi kelas dengan recall paling rendah

Temuan Utama

  • Kontribusi fitur delta tidak konsisten โ€” tergantung kedalaman arsitektur yang digunakan.
  • Kedalaman arsitektur tidak berhubungan linear dengan kemampuan generalisasi.
  • Satu sequence diproses dalam hitungan milidetik, jauh di bawah ambang 30 FPS untuk real-time.

Keterbatasan

  • Pengujian multi-seed pada konfigurasi terpilih menunjukkan variasi akurasi ยฑ2,95%.
  • Selisih performa antar-konfigurasi pada evaluasi tunggal perlu dimaknai sebagai indikasi tren, bukan perbandingan definitif.
  • Dataset berskala kecil disarankan validasi Leave-One-Subject-Out yang lebih menyeluruh pada penelitian lanjutan.