Mengenal Bahasa Isyarat Indonesia
Bahasa isyarat bukan sekadar gerakan tangan. Ia adalah bahasa alami yang memiliki tata bahasa, budaya, sejarah, dan keragaman di setiap daerah Indonesia.
Apa Itu Bahasa Isyarat?
BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia) adalah bahasa isyarat alamiah yang diciptakan sendiri oleh komunitas Tuli sehingga bukan rekayasa orang dengar. Bahasa ini berkembang dari kebutuhan komunikasi sehari-hari komunitas Tuli, dengan strukturnya sendiri yang lengkap: bukan sekadar terjemahan gerakan dari bahasa lisan.
Bahasa visual
Disampaikan dan dipahami lewat penglihatan, bukan pendengaran.
Gerakan tangan
Bentuk, posisi, dan arah tangan membawa makna berbeda-beda.
Ekspresi wajah
Bagian tata bahasa, bukan sekadar emosi — menandai pertanyaan, penekanan, dan lainnya.
Bahasa tubuh
Postur dan arah tubuh menunjukkan siapa berbicara kepada siapa.
Tata bahasa sendiri
Punya urutan kata, struktur kalimat, dan aturan yang berbeda dari bahasa lisan.
Mengenal Komunitas Tuli
Dua organisasi ini punya peran besar dalam perjalanan BISINDO dan komunitas Tuli di Indonesia.

GERKATIN
Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia, dideklarasikan pada 23 Februari 1981 melalui Kongres Nasional I di Jakarta.
Kunjungi Website
Pusbisindo
Pusat Bahasa Isyarat Indonesia, didirikan di bawah naungan Dewan Pengurus Pusat Gerkatin pada 28 Februari 2009. Resmi berdiri sebagai yayasan yang disahkan Kemenkumham pada 16 Februari 2024. Kelasnya diajarkan langsung oleh guru Tuli di berbagai provinsi.
Kunjungi WebsiteBISINDO dan SIBI
Banyak orang belum tahu ada dua istilah ini. Bukan soal mana yang lebih baik, tapi apa yang membedakannya.
| BISINDO | SIBI |
|---|---|
| Bahasa alami | Sistem isyarat |
| Berkembang dari komunitas Tuli | Disusun secara formal |
| Variatif tiap daerah | Lebih baku |
| Digunakan luas di komunitas Tuli | Banyak digunakan di SLB |
Keduanya sama-sama digunakan di Indonesia, tetapi memiliki latar belakang dan tujuan pengembangan yang berbeda.
Budaya Dengar vs Budaya Tuli
Cara berkomunikasi dan menjalani keseharian yang berbeda antara dua budaya ini.
| Budaya Dengar | Budaya Tuli |
|---|---|
| Tidak perlu bertatap muka | Perlu bertatap muka |
| Logat suara | Ekspresi gestur |
| Telepon suara | Video call |
| Dapat berkomunikasi di tempat gelap maupun terang | Dapat berkomunikasi di tempat bising/terhalang kaca |
| Dalam susunan kata akan mengatakan: 'Ini buku siapa?'' | Dalam susunan kata akan mengatakan: 'BUKU INI SIAPA' |
| Budaya Dengar | Budaya Tuli |
|---|---|
| Bahasa Verbal | Bahasa Isyarat |
| Alarm suara | Alarm getar |
| Bel suara | Bel lampu |
| Tepuk tangan | Lambai tangan |
| Panggilan suara | Panggilan tepuk |
| Nama panggilan | Muka panggilan |
Variasi BISINDO di Berbagai Provinsi
BISINDO bukan bahasa yang seragam di seluruh Indonesia. Tiap daerah punya kosakata dan gerakan khasnya sendiri, dipelihara lewat cabang Pusbisindo yang tersebar di berbagai provinsi.
Provinsi dengan cabang Pusbisindo: klik untuk detail

Provinsi dengan Cabang Pusbisindo
Variasi BISINDO sendiri hidup di seluruh daerah di Indonesia. Daftar di bawah hanya menunjukkan provinsi yang punya cabang resmi Pusbisindo, bukan batas wilayah persebaran BISINDO.
Semua yang Diuji di Kuis
Kuis pada halaman ini menggabungkan soal dari beberapa materi berikut, mulai dari alfabet dasar hingga istilah dan budaya komunitas Tuli. Klik setiap kartu untuk membaca ringkasan dan contohnya.
🏆 Papan Skor
Ranking pemain kuis BISINDO
Belum ada yang ikutan, jadilah yang pertama!